Kamis, 25 Agustus 2011

Workshop Film Pelajar 2011 SMK Cor Jesu Malang

 

poster utk blogSMK Cor Jesu Malang, akan menyelenggarakan Workshop Film Pelajar 2011 dengan tema “Filmku adalah Suaraku” untuk pelajar SMP, SMA, SMK se-kota Malang pada tanggal 16 –17 September 2011 bertempat di gedung Aula Cor Jesu, Jl. J.A Suprapto 55 Malang. Workshop Film Pelajar 2011 akan dilaksanakan selama 2 hari dengan pemateri Nawir Hamzah, seorang sutradara film, kamerawan, dan sekaligus pemain drama yang sangat berpengalaman dan menyutradarai banyak program dan film di televisi nasional. Nawir hamzah juga sering menjadi pemateri workshop perfilman di berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Materi Workshop meliputi Penulisan Naskah, Penyutradaraan, Tata Kamera, Tata artistik, Penokohan, dan penyuntingan film. Workshop Film Pelajar 2011 ini diharapkan bisa menyediakan ruang bagi para siswa untuk mengenal film dan proses pembuatannya. Sehingga siswa dapat menggunakan media film untuk mengekspresikan ide, kritik, dan kreativitas kepada khalayak.

Biaya pendaftaran hanya Rp. 75.000, dengan fasilitas; modul, makan siang, snack. bagi 70 pendaftar pertama, anda berhak mendapatkan voucher diskon di toko buku Toga Mas dan souvenir pembatas buku cantik.

Pendaftaran paling lambat tanggal 8 September 2011.Segera daftarkan diri anda dan beri tahu teman-teman. bersama kita bangkitkan perfilman di Malang. Untuk formulir pendaftaran dapat didownload di Formulir Workshop Film Pelajar 2011.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi

    • SMK Cor Jesu    (0341-325 480)
    • Ryandi               (087 759 968 556)
    • Adelia Suryani    (085 736 057 427)

SALAM SINEMA! SALAM SATU JIWA!

IN FRAME cinema community

READ MORE - Workshop Film Pelajar 2011 SMK Cor Jesu Malang

Jumat, 19 Agustus 2011

Kegiatan SMK pada peringatan kemerdekaan RI ke-66

Kegiatan peringatan Kemerdekaan RI ke 66, 13 Agustus 2011






READ MORE - Kegiatan SMK pada peringatan kemerdekaan RI ke-66

Sabtu, 07 Mei 2011

Karyawisata SMK Cor Jesu Malang, 2011

Karyawisata tahun ini kembali dilaksanakan di Bali pada 17-21 April 2011, bertepatan dengan pelaksanaan UN SMK 2011. Berikut beberapa fotonya ....
READ MORE - Karyawisata SMK Cor Jesu Malang, 2011

Rabu, 13 April 2011

Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 SMK Cor Jesu Malang

SMK Cor Jesu Malang akan menyelenggarakan ajang Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 sebagai wujud kepedulian SMK Cor Jesu Malang terhadap seni dan kegiatan kesenian di kota Malang. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Jadwal Ajang Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 SMK Cor Jesu:

Hari Pertama:
Sabtu, 7 Mei 2011
08.00 Wib sampai dengan 21.00 Wib
Hari Kedua
Minggu, 8  Mei 2011
08.00 Wib sampai dengan 21.00 Wib

Bentuk kegiatan:

  • Workshop Sketsa
  • Workshop Film
  • Pameran Seni Lukis
  • Pameran Sketsa
  • Pementasan Seni Drama
  • Pemutaran Film Pelajar SMK Cor Jesu

Tempat:

Gedung Dewan Kesenian Malang
Jl. Mojopahit No.3 Malang

Kreasi dan Apresiasi Seni SMK Cor Jesu (Small)

READ MORE - Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 SMK Cor Jesu Malang

Senin, 31 Januari 2011

76,6 persen Siswa SMP “buta” Matematika!!!.

76.6%? Akhir-akhir ini kita sering mendengar siswa Indonesia memperoleh penghargaan dan medali emas di berbagai olimpiade. Tentu saja itu membuat kita menjadi bangga. Namun rupanya kemenangan siswa Indonesia di berbagai ajang olimpiade Internasional tersebut tidak mencerminkan kualitas siswa Indonesia secara umum. Hari ini, Harian Pagi Surya  memberitakan bahwa 76,6 persen siswa SMP “buta” Matematika. Hal yang sangat memprihatinkan. Berikut beritanya:

76,6 persen siswa SMP “buta” Matematika. Demikian diungkapkan Iwan Pranoto, pakar Matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia, Jumat (28/1/2011) kemarin. Hadir dalam diskusi ini yang dilangsungkan di sekretariat Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) antara lain Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal, Ketua Program Gerakan Indonesia Mengajar Anies Baswedan (tuan rumah), guru besar ITB Profesor Bana Kartasasmita, serta sejumlah dosen dan guru.

Menurutnya, dihitung dari skala 6, kemampuan Matematika siswa Indonesia hanya berada di level ke-2. Ironisnya, lanjut Iwan, kondisi itu bertahan sejak 2003 lalu. Artinya, selama tujuh tahun, kondisi itu tetap stagnan alias tak berubah.

“Di sini, tampak bahwa siswa Indonesia dengan profisiensi di bawah level dua sangat tinggi, mencapai 76,6 persen dari populasi. Juga tampak jika dibandingkan dengan 2003, kondisinya hampir tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa pengajaran Matematika yang sekarang tidak mampu mengangkat ke level dua atau lebih. Pembenahan pendidikan Matematika sekolah kita belum berhasil,” ujar Iwan dihubungi di Jakarta, Senin (31/1/2011).

Menurut Iwan, berdasarkan hasil PISA (The Program for International Student Assessment) 2010, posisi Indonesia mengenaskan, yaitu hanya juara ketiga dari bawah. Indonesia hanya lebih baik daripada Kirgistan dan Panama.

“Berdasarkan penyajian grafik, yang harus diperhatikan bukan posisi Indonesia yang di posisi tiga dari bawah,” papar Iwan.

Namun, Iwan melanjutkan, yang justru merisaukan adalah dua fakta berikut, yaitu persentase siswa Indonesia yang di bawah level kedua sangat besar (76,6 %) dan persentase siswa yang di level 5 dan 6 secara statistika tidak ada.

Ia menuturkan, jika menurut pendefinisian level profisiensi Matematika dari OECD, siswa di bawah level 2 dianggap tidak akan mampu berfungsi efektif di kehidupan abad 21. Menurutnya, penyebab utama hasil terburuk ini akibat ketidaksesuaian ekspektasi kebermatematikaan di program pendidikan Matematika di Indonesia dan dunia di abad 21.

“Kegiatan bermatematika yang dituntut dunia adalah bermatematika utuh, sedangkan yang dilakukan siswa kita hanyalah parsial. Selain itu, proses belajar Matematika di Indonesia masih berpusat pada penyerapan pengetahuan tanpa pemaknaan, padahal yang dituntut di dunia global justru berpusat pada pemanfaatan hasil belajar matematika dalam kehidupan yaitu pemahaman, ketrampilan, dan karakter,” ungkapnya.

sumber: Harian Pagi Surya.

READ MORE - 76,6 persen Siswa SMP “buta” Matematika!!!.